
Fakultas Ilmu Sosial Budaya (FISB) Universitas Islam Indonesia (UII) memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia pada Jumat (12/12) di Auditorium Fakultas Kedokteran, Gedung Dr. Soekiman Wirosandjojo UII. Peringatan ini mencakup tiga agenda utama, yaitu peluncuran “Jurnal Pengabdian Masyarakat Community Transformation Review (CTR),” orasi kebudayaan, dan doa bersama. Acara dihadiri oleh para pimpinan, dosen, dan mahasiswa FISB serta tamu undangan yang berlangsung dengan khidmat.
Direktur Pusat Studi Agama & Demokrasi (PSAD) sekaligus Dekan FISB UII, Prof. Dr. rer. soc. Masduki, S.Ag., M.Si. menyatakan dalam sambutannya bahwa acara ini merupakan permulaan dari rencana agenda tahunan untuk memberikan dukungan dan doa bersama untuk korban pelanggaran HAM yang ada di Indonesia. Para peserta juga turut membubuhkan tanda tangan sebagai aksi solidaritas hari HAM sedunia.
”Hadirin sekalian, silakan ikut tanda tangan sebagai bentuk aksi solidaritas terhadap korban-korban pelanggaran HAM di Indonesia selama ini dan menuntut agar negara mengusut tuntas dan menyelesaikan beragam pelanggaran HAM berat yang sampai hari ini juga belum selesai,” ajaknya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga collective memory di zaman disrupsi, erosi, dan manipulasi informasi agar kebenaran tetap terawat. Collective memory adalah ingatan masa lalu yang dimiliki sekelompok orang tentang suatu kejadian, dalam konteks ini, pelanggaran HAM berat di Indonesia. Banyak tentara digital yang berusaha memanipulasi informasi dan melindungi pelanggar HAM dengan mengusulkan rekonsiliasi (pemulihan hubungan) kepada pelaku.
“Sebelum rekonsiliasi, harus ada penghukuman dulu terhadap pelanggaran HAM yang telah dilakukan. Bukan berarti melupakan. Bukan berarti mengabaikan. Collective memory seharusnya kita rawat untuk menjaga bahwa kita harus menempatkan pelanggaran HAM ini secara proporsional. Harus ada penyelesaian. UII menjadi bagian institusi sipil yang merawat collective memory,” jelasnya.
Selaras dengan pernyataan tersebut, Dekan Fakultas Psikologi (FP) UII, Dr. Phil. Qurotul Uyun, S.Psi., M.Si., Psikolog menyampaikan bahwa sejarah perlu diingat, bukan untuk ditutup-tutupi, namun untuk belajar agar tidak terulang. “Ketika kita punya trauma masa lalu kemudian trauma itu tidak disembuhkan, maka seringkali itu menjadi sejarah yang berulang, akan menjadi diulang oleh anaknya, cucunya, dan seterusnya.”
Sebenarnya, pelanggaran HAM berat di Indonesia dapat diselesaikan melalui dua cara. Pertama, melewati koridor politik dan hukum. Lalu kedua, melalui kreativitas budaya. Namun cara pertama sulit dilakukan dan mendapatkan resistensi. Upaya untuk menuntut melalui pengadilan HAM ad hoc tidak berjalan. Demikian pula dengan pembentukan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR).
”Undang-Undang KKR sempat dibuat setelah berjuang sekian lama, namun anggota KKR itu tidak kunjung diangkat Presiden dan kemudian Undang-Undang itu dirobohkan oleh Mahkamah Konstitusi yang dipimpin Jimly Assidhiqie,” jelas Prof. Asvi Warman Adam, Profesor Riset Bidang Sejarah Sosial Politik pada Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam orasi kebudayaan bertema “Perguruan Tinggi dan Krisis Memori Kolektif Terhadap Pelanggaran HAM di Indonesia era Soeharto hingga Jokowi.”

Di akhir acara, hadirin menuliskan beragam pandangan dan ekspresi di papan tengah panggung, seperti “Soeharto bukan pahlawan!” “Soeharto adalah penjahat kemanusiaan!” dan “Adili pelanggar HAM!” Secara harfiah, pernyataan tersebut memang berbeda. Namun, semuanya memiliki maksud yang sama: Soeharto adalah pelanggar HAM dan pemerintah harus mengadilinya, termasuk mencabut gelar pahlawannya.
Para audiens juga turut mendoakan para korban pelanggaran HAM terutama kerusuhan politik pada Agustus 2025. Nama-nama korban tercantum dalam standing banner di pojok ruangan, seperti Affan Kurniawan, Sarina Wati, dan Saiful Akbar. Tulisan dicetak menggunakan tinta merah berlatarkan pita hitam yang menunjukkan duka yang mendalam kepada para korban.
Dalam acara ini pula, UII meluncurkan “Jurnal Pengabdian Masyarakat Community Transformation Review (CTR),” jurnal teranyar di lingkungan UII berbasis proyek lapangan hasil kolaborasi antara FISB, FP, dan PSAD UII. Kehadirannya bertujuan untuk diseminasi ilmu pengetahuan dan berkontribusi dalam pengembangan masyarakat. Pengajuan tulisan mengharuskan adanya program secara kontinyu yang diharapkan bisa menyelesaikan masalah struktural masyarakat, bukan hanya formalitas administratif kampus semata.
Jurnal ini tidak hanya menyasar penulis dalam negeri, tetapi juga peneliti dan aktivis mancanegara dengan menyediakan situs web berbahasa Inggris. Diversifikasi ini dimaksudkan agar jurnal ini bisa memberikan wawasan baru yang berbeda dengan keadaan sosial secara lokal dan nasional. “Semoga jurnal ini tetap bisa eksis dan berkontribusi untuk transformasi,” pungkas Ketua Editor Jurnal CTR, Hasbi Aswar, S.IP., M.A., Ph.D.. (FJA)

Pengumuman Key In RAS Semester Genap TA 2025/2026
/in Pengumuman Akademik/by rahmatmhAssalammu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh
Bismillahirrahmanirrohiim
Diberitahukan kepada seluruh mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia bahwa Key In Rencana Akademik Semester (RAS) untuk Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 akan dilaksanakan melalui Gateway UII dengan alamat:
👉 https://gateway.uii.ac.id
Adapun jadwal pelaksanaan Key In RAS adalah sebagai berikut:
Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI)
Pra Key In: 10 – 18 Februari 2026
Key In RAS: 20 – 23 Februari 2026
Revisi Key In: 25 – 26 Februari 2026
Program Studi Ilmu Komunikasi (ILKOM)
Pra Key In: 11 – 18 Februari 2026
Key In RAS: 20 – 23 Februari 2026
Revisi Key In: 25 – 26 Februari 2026
Program Studi Hubungan Internasional (HI)
Pra Key In: 13 Februari 2026
Key In RAS: 20 – 23 Februari 2026
Revisi Key In: 25 – 26 Februari 2026
🕗 Waktu pelaksanaan Key In RAS
Key In dibuka mulai pukul 08.00 WIB dan ditutup pukul 23.59 WIB pada hari terakhir masing-masing periode.
Diharapkan seluruh mahasiswa dapat mencermati jadwal tersebut dan melakukan Key In RAS sesuai waktu yang telah ditentukan. Keterlambatan atau kesalahan pengisian RAS menjadi tanggung jawab mahasiswa yang bersangkutan.
Daftar Mata Kuliah yang Ditawarkan
Berikut informasi awal terkait mata kuliah yang ditawarkan pada Semester Genap TA 2025/2026 di lingkungan FISB UII:
Daftar mata kuliah dapat dilihat melalui laman berikut:
👉 https://pbi.uii.ac.id/curriculum
Informasi mengenai dosen pengampu akan ditampilkan saat periode Pra Key In.
Informasi detail mengenai mata kuliah dan jadwal akan diumumkan menyusul.
Informasi detail mengenai mata kuliah dan jadwal akan diumumkan menyusul.
Mohon mahasiswa untuk terus memantau informasi terbaru melalui kanal resmi Fakultas Ilmu Sosial Budaya UII.
Demikian pengumuman ini disampaikan. Atas perhatian dan kerja samanya, diucapkan terima kasih.
Jazakumullahu khairan atas perhatiannya
Wassalammu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Bismillahirrahmanirrahim
This is to inform all students of the Faculty of Social and Cultural Sciences (FISB), Universitas Islam Indonesia, that the Academic Semester Plan Registration (RAS) for the Even Semester of the 2025/2026 Academic Year will be conducted through UII Gateway at the following address:
👉 https://gateway.uii.ac.id
Schedule for RAS Registration
English Education Study Program (PBI)
Pre–RAS Registration: 10 – 18 February 2026
RAS Registration: 20 – 23 February 2026
RAS Revision: 25 – 26 February 2026
Communication Science Study Program (ILKOM)
Pre–RAS Registration: 11 – 18 February 2026
RAS Registration: 20 – 23 February 2026
RAS Revision: 25 – 26 February 2026
International Relations Study Program (HI)
Pre–RAS Registration: 13 February 2026
RAS Registration: 20 – 23 February 2026
RAS Revision: 25 – 26 February 2026
RAS Registration Time
RAS registration will be open daily from 08:00 AM and will close at 11:59 PM (WIB) on the last day of each registration period.
All students are expected to carefully review the schedule and complete their RAS registration according to the specified timeline. Any delay or error in filling out the RAS form will be the responsibility of the respective student.
List of Offered Courses
Below is the preliminary information regarding courses offered in the Even Semester of the 2025/2026 Academic Year at FISB UII:
The list of courses can be accessed via:
👉 https://pbi.uii.ac.id/curriculum
Information regarding course instructors will be available during the Pre–RAS Registration period.
Detailed information on courses and schedules will be announced later.
Detailed information on courses and schedules will be announced later.
Students are advised to regularly monitor the official communication channels of the Faculty of Social and Cultural Sciences, Universitas Islam Indonesia, for the latest updates.
This announcement is hereby conveyed. Thank you for your attention and cooperation.
Jazakumullahu khairan for your attention.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Fun With English
/in Berita Kegiatan/by andhikaEdaran Dekan
No. 342/Dek-FISB/10/FISB/XII/2025
Menetapkan
Hari berbahasa Inggris (Fun with English)
Setiap Jumat pukul 08.00-16.00
Bagi dosen, tendik dan mahasiswa di lingkungan gedung FISB
Berlaku efektif mulai 9 Januari 2026
FISB UII Mengucaptkan Selamat Tahun Baru 2026
/in Berita Kegiatan/by andhikaTiga dalam Satu: Peringatan Hari HAM Sedunia di FISB UII
/in Berita Kegiatan/by andhikaFakultas Ilmu Sosial Budaya (FISB) Universitas Islam Indonesia (UII) memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia pada Jumat (12/12) di Auditorium Fakultas Kedokteran, Gedung Dr. Soekiman Wirosandjojo UII. Peringatan ini mencakup tiga agenda utama, yaitu peluncuran “Jurnal Pengabdian Masyarakat Community Transformation Review (CTR),” orasi kebudayaan, dan doa bersama. Acara dihadiri oleh para pimpinan, dosen, dan mahasiswa FISB serta tamu undangan yang berlangsung dengan khidmat.
Direktur Pusat Studi Agama & Demokrasi (PSAD) sekaligus Dekan FISB UII, Prof. Dr. rer. soc. Masduki, S.Ag., M.Si. menyatakan dalam sambutannya bahwa acara ini merupakan permulaan dari rencana agenda tahunan untuk memberikan dukungan dan doa bersama untuk korban pelanggaran HAM yang ada di Indonesia. Para peserta juga turut membubuhkan tanda tangan sebagai aksi solidaritas hari HAM sedunia.
”Hadirin sekalian, silakan ikut tanda tangan sebagai bentuk aksi solidaritas terhadap korban-korban pelanggaran HAM di Indonesia selama ini dan menuntut agar negara mengusut tuntas dan menyelesaikan beragam pelanggaran HAM berat yang sampai hari ini juga belum selesai,” ajaknya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga collective memory di zaman disrupsi, erosi, dan manipulasi informasi agar kebenaran tetap terawat. Collective memory adalah ingatan masa lalu yang dimiliki sekelompok orang tentang suatu kejadian, dalam konteks ini, pelanggaran HAM berat di Indonesia. Banyak tentara digital yang berusaha memanipulasi informasi dan melindungi pelanggar HAM dengan mengusulkan rekonsiliasi (pemulihan hubungan) kepada pelaku.
“Sebelum rekonsiliasi, harus ada penghukuman dulu terhadap pelanggaran HAM yang telah dilakukan. Bukan berarti melupakan. Bukan berarti mengabaikan. Collective memory seharusnya kita rawat untuk menjaga bahwa kita harus menempatkan pelanggaran HAM ini secara proporsional. Harus ada penyelesaian. UII menjadi bagian institusi sipil yang merawat collective memory,” jelasnya.
Selaras dengan pernyataan tersebut, Dekan Fakultas Psikologi (FP) UII, Dr. Phil. Qurotul Uyun, S.Psi., M.Si., Psikolog menyampaikan bahwa sejarah perlu diingat, bukan untuk ditutup-tutupi, namun untuk belajar agar tidak terulang. “Ketika kita punya trauma masa lalu kemudian trauma itu tidak disembuhkan, maka seringkali itu menjadi sejarah yang berulang, akan menjadi diulang oleh anaknya, cucunya, dan seterusnya.”
Sebenarnya, pelanggaran HAM berat di Indonesia dapat diselesaikan melalui dua cara. Pertama, melewati koridor politik dan hukum. Lalu kedua, melalui kreativitas budaya. Namun cara pertama sulit dilakukan dan mendapatkan resistensi. Upaya untuk menuntut melalui pengadilan HAM ad hoc tidak berjalan. Demikian pula dengan pembentukan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR).
”Undang-Undang KKR sempat dibuat setelah berjuang sekian lama, namun anggota KKR itu tidak kunjung diangkat Presiden dan kemudian Undang-Undang itu dirobohkan oleh Mahkamah Konstitusi yang dipimpin Jimly Assidhiqie,” jelas Prof. Asvi Warman Adam, Profesor Riset Bidang Sejarah Sosial Politik pada Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam orasi kebudayaan bertema “Perguruan Tinggi dan Krisis Memori Kolektif Terhadap Pelanggaran HAM di Indonesia era Soeharto hingga Jokowi.”
Di akhir acara, hadirin menuliskan beragam pandangan dan ekspresi di papan tengah panggung, seperti “Soeharto bukan pahlawan!” “Soeharto adalah penjahat kemanusiaan!” dan “Adili pelanggar HAM!” Secara harfiah, pernyataan tersebut memang berbeda. Namun, semuanya memiliki maksud yang sama: Soeharto adalah pelanggar HAM dan pemerintah harus mengadilinya, termasuk mencabut gelar pahlawannya.
Para audiens juga turut mendoakan para korban pelanggaran HAM terutama kerusuhan politik pada Agustus 2025. Nama-nama korban tercantum dalam standing banner di pojok ruangan, seperti Affan Kurniawan, Sarina Wati, dan Saiful Akbar. Tulisan dicetak menggunakan tinta merah berlatarkan pita hitam yang menunjukkan duka yang mendalam kepada para korban.
Dalam acara ini pula, UII meluncurkan “Jurnal Pengabdian Masyarakat Community Transformation Review (CTR),” jurnal teranyar di lingkungan UII berbasis proyek lapangan hasil kolaborasi antara FISB, FP, dan PSAD UII. Kehadirannya bertujuan untuk diseminasi ilmu pengetahuan dan berkontribusi dalam pengembangan masyarakat. Pengajuan tulisan mengharuskan adanya program secara kontinyu yang diharapkan bisa menyelesaikan masalah struktural masyarakat, bukan hanya formalitas administratif kampus semata.
Jurnal ini tidak hanya menyasar penulis dalam negeri, tetapi juga peneliti dan aktivis mancanegara dengan menyediakan situs web berbahasa Inggris. Diversifikasi ini dimaksudkan agar jurnal ini bisa memberikan wawasan baru yang berbeda dengan keadaan sosial secara lokal dan nasional. “Semoga jurnal ini tetap bisa eksis dan berkontribusi untuk transformasi,” pungkas Ketua Editor Jurnal CTR, Hasbi Aswar, S.IP., M.A., Ph.D.. (FJA)

Pertemuan Orang Tua Mahasiswa (POTMA) FISB UII 2025
/in Kemahasiswaan dan Alumni/by rahmatmhHalo, teman-teman! Fakultas Ilmu Sosial Budaya UII mengundang Ibu /Bapak Orang Tua Mahasiswa Angkatan 2025 untuk hadir acara POTMA 2025 pada:
Minggu, 23 November 2025
⏰ 08.00-13.00 WIB
Auditorium K.H. Abdul Kahar Mudzakkir UII
Registrasi: s.id/potmafisb2025
Mohon teman-teman untuk dapat menyampaikan acara di atas ke Orang tua/Wali.
Terima kasih.
Source: @fisb_uii
Kalendar Akademik FISB UII Ganjil 2025/2026
/in Agenda Kegiatan, Berita Kegiatan, Berita Sorotan/by andhikaBeban atau Investasi? Dilema Negara dalam Memaknai Pendanaan Pendidikan
/in Artikel Pakar/by adminPersiapkan Diri Menuju Bulan Ramadhan
/in Berita Kegiatan, Syiar Islam/by adminPendidikan Jurnalisme perlu Dekolonisasi: Berorientasi pada Publik, bukan Industri
/in Artikel Pakar/by adminMedia Sosial Bisa Rangkul Orang Tua Cegah ‘Stunting’ pada Anak
/in Artikel Pakar/by admin